Thursday, February 28, 2013

Pulang Kampung

Kenapa pulang kampung?
  1. Karena Papyto akan melakukan field research di beberapa kota di Indonesia selama sebulan mulai Maret depan
  2. Mamyto kerepotan mengasuh tiga batita sekaligus tanpa bantuan tambahan 
  3. sebab Mama Aji juga harus balik ke Indonesia terkait masa visa kunjungannya
Maka kami bersepakat akan pulang kampung ramai-ramai tanggal 27 Februari. 
Belum genap sebulan usianya, Akachan akan menjalani perjalanan antar negara.  Untuk itu, Dokter Yamaguchi telah memajukan jadwal check up rutin (untuk bayi berusia 1 bulan) pada 20 Februari.  Dari hasil check up, kondisi fisik Akachan cukup sehat untuk perjalanan udara.  Pada kesempatan yang sama, kami meminta surat keterangan dari dokter anak buat antisipasi jikalau pihak maskapai memintanya. 

Karena yang akan berangkat jumlahnya segambreng, jadinya kami memilih penerbangan yang lumayan irit (baca: Air Asia) dengan rute Osaka-Kuala Lumpur-Denpasar.  Dari Denpasar ke Makassar menggunakan Garuda. Sedari awal hunting tiket, Papyto mengusahakan agar bisa dapat baby bassinet (walaupun cuma satu).



untuk infant (0-2 yo) disediakan stroller oleh pihak bandara Kansai-Osaka


nyaman di baby bassinet





transit di Kuala Lumpur, antrian di bagian imigrasi sangat panjang. petugas bandara Kuala Lumpur tidak ada yang bertampang ramah. bagi keluarga yang membawa anak pun tidak diberikan prioritas pelayanan

Lanjut ke Sorowako via bus malam Litha

saat bus singgah di warung makan

Kakak Zaila dan Abang Zidan lagi sibuk makan
Sharing Facts: 
  1. Tips dari dokter anak: untuk bayi seumuran Akachan yang melakukan perjalanan udara, sebisa mungkin terhindar dari kontak langsung dengan udara luar (khususnya di dalam area bandara), sebab virus mudah menyebar lewat udara.
  2. Pada saat pasawat akan take off dan landing, sebisa mungkin Akachan di beri ASI (mulutnya dalam keadaan mengisap) untuk menguragi resiko sakit pada telinga akibat perubahan tekanan udara.  
  3. Selama penerbangan dari Osaka ke Kuala Lumpur, stroller masuk bagasi dan baru bisa diambil saat tiba di Denpasar. Bagi yang membawa batita, penerbangan Air Asia dengan rute seperti ini kurang disarankan karena sangat menguras tenaga. Sebab saat transit di Kuala Lumpur, jarak antara bagian imigrasi (hati-hati! antrian disini sangat panjang dan tidak memprioritaskan mereka yang membawa anak) dengan terminal keberangkatan letaknya berjauhan (bagi yang kuat menggendong anak, salute!)
  4. Penggunaan baby carrier (gendongan bayi) sangat berguna untuk situasi mobile seperti ini

No comments:

Post a Comment