Friday, February 8, 2013

Tadaima!

Salah satu episode yang tidak kalah serunya saat melahirkan di negeri orang yaitu pemberian nama.  Faktor yang paling mendominasi saat itu: mumpung lahir di negeri orang, jadi sebisa mungkin nama bayi ala-ala negara tersebut, itung-itung jadi kenang-kenangan saat kembali ke negara asal kelak.

Maka segeralah para keluarga, teman dekat dan sahabat kami mengusulkan nama bayi perempuan yang ke-Jepang-Jepang-an.  'Oshin' adalah yang paling banyak terlontar dari mereka yang seangkatan dengan ibu-bapak kami.  Selanjutnya 'Michiko', 'Aiko', 'Yuki' kerap diusulkan oleh mereka yang seusia dengan saudara kami.  Dari angkatan yang paling muda tentu saja mengusulkan nama-nama para personil AKB48 seperti 'Sayaka', 'Tomomi', 'Mayuyu', dst.  Yang telah kehabisan ide akan menyumbang nama-nama produk seperti 'Masako', 'Ajinomoto', 'Shinzui', 'Shimizu', dan lain sebagainya.

Kami sedang mencari nama yang dimulai dengan awalan 'Zai-' agar kompak dengan nama para kakaknya.  Karena terikut arus,  berbekal kamus kantong bahasa Jepang karya Tetsuya Arai dan Budi Jatmiko, kami memilih kata  'Zaisan' yang artinya kepunyaan/harta kekayaan.  Tapi menurut pendapat dari Ono-san (teman kuliahnya Papyto) dan Oyamada sensei (Profesor pembimbingnya Papyto), nama tersebut kesannya terlalu 'straight' pada artinya (kalau di Indonesia pemberian nama 'Hartawan' masih wajar-wajar saja tuh).  Akhirnya diputuskan untuk tidak menggunakan nama itu, sambil mencari nama yang lebih islami :)


Kami memberinya nama Zaima Fatinah Rahman Goraoe
zaima / zaeema (arab) = leader
fatinah (arab) = intelligent, captivating (menawan)
rahman (nama Papyto) = penyayang
goraoe (klan keluarga)

Untuk panggilan akrab di rumah pakai nama 'Akachan' saja (artinya 'bayi'), soalnya dia paling bungsu (kelak akan mendapatkan perlakuan istimewa sebagai anak bayi dari kakek dan neneknya di Sorowako) :)

Semoga doa yang kami titip melalui namanya dirahmati oleh Allah SWT, amien.

7 Februari 2013,
Perjalanan pertama Akachan bertemu dengan dunia luar.  Suhu di luar telah sampai pada titik beku.  Hari ini Akachan akan pulang ke apato berkumpul kembali bersama Abang, kakak kembar, dan Mama Aji.


pemandangan dari teras apato room 212


seumur-umur naik taxi di Kyoto, baru kali ini dapat supir taxi yg muda belia.  Akachan emang beruntung deeh :)

Tadaima, Mama Aji!

No comments:

Post a Comment